Langsung ke konten utama

Langkah Rasulullah Dalam Megentas Kesenjangan Kemiskinan, Kebodohan Dan Perpecahan

 


Oleh: Moh. Homaidi*

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau melihat kesenjangan yang terjadi di tengah masyarakat. Setelah melakukan pengamatan yang cukup beliau menemukan ada tiga penyebab yang dialami, yaitu masalah kemiskinan, kebodohan dan perpecahan.

Hal ini disampaiakan oleh Ustadz Amon Rowi, M.Pd saat menyampaikan sepirit kemandirian pada acara rapat kerja wilayah (rakerwil) Sabtu, 31/1/2026 bertempat di Ma'had Hidayatullah Batu (Mahaba).

Selaku ketua DPW Hidayatullah beliau menegaskan bahwa hal pertama yang dilakukan Rasullah adalah soliditas internal. Tujuannya untuk menangani perpecahan yang terjadi, dengan cara mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshor.

Langkah kedua, untuk mengatasi permasalahan kebodohan Rasulullah membuat halaqoh dan ahlu suffah (konsilidasi jatidiri). Mengajari dan mengarahkan sehingga keilmuan dan pengetahuan mulai merambat. Para Sahabat pun sudah paham, sehingga cukup memperkecil permusuhan antar kabilah. Dari sinilah mulai terbangun kebersamaan dan saling menguatkan satu dengan yang lain.

Setelah itu langkah ketiga, untuk mengarasi kemiskinan Rasulullah pergi ke pasar, beliau melakukan pengamatan, ternyata pasar di kuasai orang Yahudi. Setelah itu beliau dan para Sahabat membuat pasar Muslim yang cukup berdekatan dengan pasar Yahudi. Rasulullah melihatnya senang karena pasarnya ramai. Tuturnya.

Ustadz yang murah tersenyum tersebut melnajutkan, setelah pasar Muslim dibakar oleh orang Yahudi, apa yang mereka lakukan itu tidak lain karena merasa tersaingi. Sahabat pun mengadu kepada Rasulullah tentang pembakaran pasarnya, beliau mendengar cerita tersebut lalu bersama-sama mendatangi pasar Muslim, sampai di tempat perkara beliau malah tersenyum.

Melihat kejadian yang cukup unik tersebut, para sahabat kaget seraya menimpali, "maaf yaa Rasulullah kenapa engkau malah tersenyum melihat pembakaran yang dilakukan orang Yahudi ini, bukannya harusnya marah. Rasullah menjawab, justru apa yang dilakukan kita sudah benar.

Rasulullah akhirnya meminta kepada para Sahabat agar membuat pasar yang jaraknya agak jauh dari pasar Yahudi dan dijaga selama 24 jam. Perintah tersebut segera di eksikusi oleh para Sahabat. Atas karunia Allah Swt., pasar Muslim pun tumbuh dan berkembang, sehingga pasar Yahudi gulung tikar. Tutupnya.

Organisasi Islam

Mengingat kesenjangan yang dialami umat islam saat ini, lalu apa yang bisa dilakukan oleh organisasi Islam ?

Hal pertama yang dilakukan Organisasi Islam adalah Musyawarah. Dari sinilah kita akan memperbaiki soliditas internal, halaqoh dan membagun visi dan misi yang bergaining, serta menjadi ranah evaluasi bersama.

Tapi jangan salah bertindak untuk merubah hasil musyawarah kecuali melalui musyawarah berikutnya. Karena hal itu akan menurunkan sepirit perjuangan.

Setelah kita Musyawarah, langkah berikutnya berbagi  peran sesuai keahliannya, dan tentukan arah kebijakannya. Yakinlah kedepan umat islam akan lebih berkembang dan berjaya.[]

*Pemerhati Sosial dan Pendidik_Kota Batu



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panen Medali, Siswa/i SD Integral Al-Fattah Ikuti Final Hidayatullah Festival (Hifest) Se Jawa-Bali

  Kota Batu : SD Integral Al-Fattah (SDIA) kembali panen prestasi pada ajang final Hidayatullah Festival (Hifest) Sabtu, (10/1/2026). Tahun ini 44 Siswa/i SD Integral Al-Fattah lolos mengikuti final Hifest se Jawa-Bali di Surabaya. Adapun lomba yang diikuti bervariatif, mulai bidang Matematika, IPA, IPS, PAI, sampai Bahasa (Inggris dan Arab). Dalam rangka mempermudah pengendalian Siswa/i baik ketika diperjalanan maupun di arena perlombaan, maka kegiatan finalis kali ini didampingi oleh enam Guru. 2 Ustadz, dan 4 Ustadzah. Usaha tidak menghianati hasil, alhamdulillah atas izin Allah Siswa/i SDIA panen 25 medali dari 44 finalis, dengan rincian sebagai berikut : bidang Matematika peraih Perunggu , Mauza Hafidz (Kelas 1), Attarayan (Kelas 1), Alfareezi Farzan (Kelas 2), Aqila Zahra (Kelas 5) dan Emas,  Adillia Sinar (Kelas 4). Pada bidang Bahasa Inggris peraih Perunggu , ananda Gavin Arsenia (Kelas 2), Sandra Qirani (Kelas 3), Arfadhia Farhan (Kelas 4), Nadhif Maulana Tsaqif (Kela...

DPD HIDAYATULLAH KOTA BATU, LAKSANAKAN MUSYAWARAH DAERAH KE IV

  Kota Batu: Hidayatullah Kota Batu melaksanakan Musyawarah Daerah Hidayatullah (Musda) ke IV pada Kamis, (8/01/2026). Kegiatan yang bertempat di Joglo Villa W" bapak Wandoyo, sebagai wali murid SD Integral Al-Fattah, dan jama'ah Hidayatullah plus sponsor pada Musda kali ini. "Demi dakwah dan perjuangan Islam saya persilahkan Villa dan Joglonya untuk ditempati". Tuturnya. Kegiatan Musda ke IV kali ini dihadiri Orpen Mushida, Pemhida dan tokoh masyarakat, hadir juga para kepala unit usaha dibawah naungan DPD Hidayatullah diantaranya, YPI Al-Fattah, Ma'had Hidayatullah Kota Batu (Mahaba) dan MI Alam Luqmanul Hakim (Millah). Hadir pula pada kegiatan ini Anggota Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang diwikili oleh Ustadz Baihaqi Abdullah Wahib, LC dan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Abdullah Ridho A. Adapun tema yang diangkat pada Musda ke IV kali ini adalah "Meneguhkan Jatidiri, Menumbuhkan Kemandirian & Menebar Kebermanfa'atan...

Kokoh Pondasi, Raih Prestasi

KOTA BATU – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah Kota Batu di bidang keagamaan. Aulya Ul Halim, alumni angkatan pertama SD Integral Al-Fattah Kota Batu, sukses menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 Juz dalam kurun waktu tiga tahun. Pencapaian luar biasa ini diraihnya saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Izzah, Kota Batu. Keberhasilan Auly panggilan akrabnya, menghafal seluruh isi Al-Qur'an dalam waktu yang relatif singkat ini menjadi bukti nyata dari dedikasi yang tinggi, disiplin, serta keteguhan hati dalam menjaga interaksi dengan Kitab Suci. Pihak sekolah asal, SD Integral Al-Fattah (SDIA) Kota Batu, menyatakan rasa bangga dan syukur yang mendalam atas capaian alumni perdana mereka. Salah satu Guru Auly menyebutkan, bahwa ketekunan, keuletan, dan sikap pantang menyerah Ananda bukti nyata keberhasilannya. Tegas Ustadz Homaidi. Bahkan Auly bukan hanya prestasi dibidang Tahfizh, dia juga prestasi dalam bidang Akademik. Yaitu rengking 2 dalam satu angka...