Oleh : Moh. Homaidi * Masyarakat adalah wadah untuk berkarya, berkolaborasi dan berekspresi. Tentu mereka harus melalui tempaan yang kuat dan kokoh. Kuat menghadapi ujian dan cobaan. Kokoh saat tertimpa fitnah dan pemimpinnya tegas dalam mengambil keputusan. Ustadz Abdurrahman dalam penyampaian taujih umumnya di depan pengurus Hidayatullah Jawa Timur pada acara Rakerwil yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Izzah Kota Batu, Ahad (1/2/26). Dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa ada tiga unsur pembentuk masyarakat dan hal ini harus saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Apasaja yang dimaksud? Ia adalah pikiran (الأفكار), manusia (الأ شخاص), dan materi (الأشياء). Ustadz yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangat Pusat Hidayatullah tersebut melanjutkan bahwa pikiran yang di asah oleh Al-Qur'an dan hadits, serta amal sholeh akan senantiasa menjadi pribadi yang taat, yang senantiasa patuh kepada Allah dan rasul-Nya. Manusia yang demikian akan selalu memilki pikiran ...
Oleh: Moh. Homaidi * Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, beliau melihat kesenjangan yang terjadi di tengah masyarakat. Setelah melakukan pengamatan yang cukup beliau menemukan ada tiga penyebab yang dialami, yaitu masalah kemiskinan, kebodohan dan perpecahan. Hal ini disampaiakan oleh Ustadz Amon Rowi, M.Pd saat menyampaikan sepirit kemandirian pada acara rapat kerja wilayah (rakerwil) Sabtu, 31/1/2026 bertempat di Ma'had Hidayatullah Batu (Mahaba). Selaku ketua DPW Hidayatullah beliau menegaskan bahwa hal pertama yang dilakukan Rasullah adalah soliditas internal. Tujuannya untuk menangani perpecahan yang terjadi, dengan cara mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshor. Langkah kedua , untuk mengatasi permasalahan kebodohan Rasulullah membuat halaqoh dan ahlu suffah (konsilidasi jatidiri). Mengajari dan mengarahkan sehingga keilmuan dan pengetahuan mulai merambat. Para Sahabat pun sudah paham, sehingga cukup memperkecil permusuhan antar kabilah. Dari sinilah mulai terban...