Langsung ke konten utama

Dahsyatnya Menahan Diri

 


By. : Moh. Homaidi*

Suatu ketika Nabi mengalami perlakuan yang kurang mengenakkan dari seorang Badui. 

Tatkala Nabi bersama Anas bin Malik berada di persimpangan jalan. Tiba-tiba ada seorang Badui mendatangi dan menyapa sambil memegang salendang yang sedang di pakainya. 

Disinyalir salendang yang beliau pakai saat itu terlilit di lehernya, langsung di tarik seraya mengucapkan "Muhammad,/berikan kepadaku harta Allah yang ada padamu,"  Kejadian ini memberi luka dan berbekas. 

Kata Anas bin Malik "Aku melihat leher Rasulullah, tepi selendang yang kasar membekas di lehernya karena tarikan yang keras."

Melihat dan mendengar apa yang terjadi, Anas bin Malik tidak terima atas apa yang menimpa beliau. Ingin rasanya menarik pedang dari sarungnya, seraya menebas leher seorang Badui yang memperlakukan Nabi seenaknya sendiri.

Tapi Nabi Muhammad menoleh ke Anas bin Malik, seraya mengumbar senyum "tahan Anas, dia melakukan itu karena belum tahu dan tidak mengerti tentang kasih sayang."

Mendengar suara lembut tersebut, Anas bin Malik pun menyegerakan kembali senyum karena sejak tadi raut mukanya mulai berubah memirah.

Seraya Nabi memerintahkan Anas bin Malik, agar segera memberikan apa yang dibutuhkan orang Badui tersebut. Dia pun mengikuti perintah beliaunya.

Kebahagiaan 

Ketika kita mampu menahan amarah, disaat kita mampu membalasnya. Bahkan memenuhi permintaannya, dan mendoakan kebaikan untuknya, maka kedahsyatan akan muncul di tengah-tengah kehidupannya. 

Hal ini telah di contohkan Nabi, ketika kekerasan kaum Quraisy meningkat, Rasulullah meresponsnya dengan doa agar Allah kelak menciptakan orang-orang yang beriman dari keturunan kaum Quraisy. “Ya Tuhanku, ampunilah kaumku karena sungguh mereka adalah orang-orang yang belum mengerti,” (HR Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi dari sahabat Sahal bin Sa’ad).

Tentu doa ini membawa kebahagian bagi Rasulullah dan Kaum Quraisy karena akhirnya mereka berbondong masuk Islam (QS. An-Nashr).

Bisa dibayangkan jika Rasulullah membalas dan membantai kaumnya sendiri, maka barang tentu Madinah dan Makkatul Mukarromah tidak akan bertahan sampai saat ini.

Sosok Pemimpin 

Indahnya jika kita memiliki kerakter pemimpin seperti Rasulullah. Tidak mudah marah, selalu berfikir kedepan. Berharap kebaikan dan kemakmuran rakyatnya.

Mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi dan golongannya. Tidak sibuk berpikir untuk bertahan di posisi yang sama, karena ini akan membawa petaka bagi bawahan dan rakyatnya.

Yakin dan percayalah kita akan mendapatkan sosok sang pemimpin jika kita mampu memperbaiki diri sendiri dengan selalu mencari akuntablity yang konprehensif. Bukan hanya polesan semata, tapi hasil karya nyata.[]

* Aktivis Sosial dan Pendidik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keseruan Kelas VI Angkatan 3 SD Integral Al-Fattah Go To Surabaya

  Batu : Merupakan momen tahunan yang ditunggu siswa/i kelas VI SD Integral Al-Fattah (SDIA) Kota Batu, yaitu study tour.  Rasa yang ditunggu siswa/i SDIA terbayar sudah. Karena kegiatan tersebut terlaksana pada Selasa (7/1/25).  Adapun peserta dari siswa/i SDIA kelas VI berjumlah 63 dan Ustadz/ah pendamping 15 orang cukup memenuhi dua bus, dari Batu menuju kota pahlawan Surabaya. Kenapa Surabaya menjadi jujukan study tour? Pertanyaan ini muncul, karena dua angkatan sebelumnya go to Jogja.  Surabaya merupakan Ibu Kota Provensi Jawa Timur, didalamnya terdapat wahana Kebun Binatang Surabaya (KBS), wisata  bahari, dan history (monumen kapal selam dan tugu pahlawan) tegas Bunda Issanu. Disamping itu lanjut ketua paguyuban kelas VI tersebut, bukan hanya itu anak-anak juga diajak bersenang-senang ke Trans Snow World (TSW), dan terkahir berlabuh ke Masjid Al -Akbar. Masjid terbesar se Jawa Timur tersebut juga sarat estetika timur tengah, tutupnya. Moment tersebut disem...

Mulia Dengan Berbakti Kepada Orang Tua

  Oleh : Moh. Homaidi * Seorang Ustadz yang santun dalam penyampaian nasehat dan senantiasa menyentuh hati. Suatu ketika beliau bercerita kepada jama'ah bahwa dua pekan sebelum ramadhan, ada seorang temannya datang dan bercerita. Bahwa ada salah satu anak buahnya di tingkat pemerintah, ia sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tiba-tiba mengajukan resign. Melihat dan mendengar surat pemunduran diri bawahannya si pemimpin kaget dan panik. Lantas si pemimpin bertanya kenapa mau mundur, apakah ada masalah pekerjaan atau gaji kurang? Pegawai yang bersangkutan diam tanpa mengeluarkan suara. Kalau begitu jangan dulu, pekerjaan kamu bagus dan tuntas. Apa yang menjadi dasar kamu mau memundurkan diri? Sanggahnya. Pengajuan surat resign ini bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali, tapi ketika ditanya alasannya kenapa? Jawabanya sama, diam tanpa suara. Di bulan ke enam pemuda yang sederahana dan punya anak yang masih kecil-kecil tersebut kembali mengajukan resign. Sebagai pemimpin, d...

Isro' Mi'roj ; Sarana Kemuliaan

  Oleh. : Moh. Homaidi * Setiap tanggal 27 Rajab umat Islam diingatkan dengan peristiwa penting Isro' Mi'roj. Pristiwa yang mengangkat derajat seseorang untuk lebih baik dan bijak. Sebagaimana yang sudah dikenal tentang Isro' Miroj, di mana saat itu Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan waktu malam dari Kota Makkah menuju Masjid Aqso Palestina, setelah itu naik ke langit 1 sampai ke 7 menggunakan kendaraan Burok, dan ke Sidrotul Muntaha. Hal yang menarik pada perkara Isro' Mi'roj ini adalah pentingnya sholat, dan menjadi momen diwajibkan melaksanakannya. Kemuliaan Allah SWT merupakan dzat yang agung dan maha tinggi. Salah satu bentuk keagungan-Nya, ketika ia memanggil Nabi Muhammad SAW ke Sidrotul Muntaha karena perkara yang mulia, yaitu sholat. Ketika perintah sholat turun  berjumlah 50 waktu, Nabi yang mulia menerima dengan seksama. Hanya saja ketika turun ke langit ke 6 beliau bertemu dengan  Nabi Musa AS., beliau mendapat saran agar bernegosiasi dengan Allah SW...