Langsung ke konten utama

Hati Yang Dirindu Ilahi

 


By. : Moh. Homaidi*

Sering kita rasakan rasa malas berbuat kebaikan baik untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain.

Pertama, untuk diri senderi, saat adzan subuh di kumandangkan. Jika hati tidak bergerak, hanya nafsu yang dikedepankan maka rasa enggan sholat berjamaah akan tumbuh.

Nanti aja, sholat sendiri di rumah, pikirannya mulai mencari-cari alasan dan pembenaran, yang capek lah, seharian bekerja dan seterusnya.

Sebaliknya jika dia mengedepankan hati, dia akan menimbang akan keburukan dan kemaslahatannya dalam beribadah, baik mahdhah atau ghairu mahdhal.

Kedua, bagi orang lain, seperti malas membantu. Sebab yang dikedepankan nafsu, "bekerja apa, dapat apa?". Kemaren dia juga tidak bantu aku saat ada kerja bakti dekat rumah.

Padahal jika diukur dengan hati, kita makhluk sosial suatu saat akan butuh bantuan orang lain. Dan bisa jadi saat dia tidak bantu, masih dalam keadaan sakit atau ada keperluan yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.

Jika hati diutamakan dalan beraktivitas maka akan tumbuh husnudzdlan, berprasangka baik dan empati, sehingga selalu ihlas dalam bekerja.

Menebar kebaikan

Jika seseorang mengutamakan kata hati maka yang dimunculkan dalam kehidupan sehari-hari adalah maslahat.

Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Jika segumpal daging ini baik maka seluruh perbuatannya baik, jika segumpal daging ini jelek maka jelek semua perbuatanya. Tahu kah kamu, itu adalah hati"

Hati menjadi tolok ukur dalam berpijak, dan berkarya. Dan ini juga yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya (QS. At-Tin : 4).

Hamba yang mengedepan kata hatinya akan senantiasa menebar manfa'at dan kebaikan dalam setiap kesempatan.

Tidak mudah mengeluh dan menyerah, selalu optimis dalam berkarya. Siapa yang berhak di teladani dan termasuk Manusia pilihan? Beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Hanya hati yang dipenuhi dengan Iman, Islam, dan Ihsan yang akan mampu meneladani dan yang dirindu ilahi rabbi.

Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa mengedepankan kata hati, sehingga tumbuh budi pakerti, dan kebijaksanaan dalam bersikap.[]

* Aktivis Sosial dan Pendidik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panen Medali, Siswa/i SD Integral Al-Fattah Ikuti Final Hidayatullah Festival (Hifest) Se Jawa-Bali

  Kota Batu : SD Integral Al-Fattah (SDIA) kembali panen prestasi pada ajang final Hidayatullah Festival (Hifest) Sabtu, (10/1/2026). Tahun ini 44 Siswa/i SD Integral Al-Fattah lolos mengikuti final Hifest se Jawa-Bali di Surabaya. Adapun lomba yang diikuti bervariatif, mulai bidang Matematika, IPA, IPS, PAI, sampai Bahasa (Inggris dan Arab). Dalam rangka mempermudah pengendalian Siswa/i baik ketika diperjalanan maupun di arena perlombaan, maka kegiatan finalis kali ini didampingi oleh enam Guru. 2 Ustadz, dan 4 Ustadzah. Usaha tidak menghianati hasil, alhamdulillah atas izin Allah Siswa/i SDIA panen 25 medali dari 44 finalis, dengan rincian sebagai berikut : bidang Matematika peraih Perunggu , Mauza Hafidz (Kelas 1), Attarayan (Kelas 1), Alfareezi Farzan (Kelas 2), Aqila Zahra (Kelas 5) dan Emas,  Adillia Sinar (Kelas 4). Pada bidang Bahasa Inggris peraih Perunggu , ananda Gavin Arsenia (Kelas 2), Sandra Qirani (Kelas 3), Arfadhia Farhan (Kelas 4), Nadhif Maulana Tsaqif (Kela...

DPD HIDAYATULLAH KOTA BATU, LAKSANAKAN MUSYAWARAH DAERAH KE IV

  Kota Batu: Hidayatullah Kota Batu melaksanakan Musyawarah Daerah Hidayatullah (Musda) ke IV pada Kamis, (8/01/2026). Kegiatan yang bertempat di Joglo Villa W" bapak Wandoyo, sebagai wali murid SD Integral Al-Fattah, dan jama'ah Hidayatullah plus sponsor pada Musda kali ini. "Demi dakwah dan perjuangan Islam saya persilahkan Villa dan Joglonya untuk ditempati". Tuturnya. Kegiatan Musda ke IV kali ini dihadiri Orpen Mushida, Pemhida dan tokoh masyarakat, hadir juga para kepala unit usaha dibawah naungan DPD Hidayatullah diantaranya, YPI Al-Fattah, Ma'had Hidayatullah Kota Batu (Mahaba) dan MI Alam Luqmanul Hakim (Millah). Hadir pula pada kegiatan ini Anggota Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang diwikili oleh Ustadz Baihaqi Abdullah Wahib, LC dan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Abdullah Ridho A. Adapun tema yang diangkat pada Musda ke IV kali ini adalah "Meneguhkan Jatidiri, Menumbuhkan Kemandirian & Menebar Kebermanfa'atan...

SD Integral Al-Fattah; "Suport Penuh".

  Oleh : Moh. Homaidi * Kota Batu, seperti biasa liburan akhir tahun menjadi momen bersenang-senang bersama keluarga, tapi beda dengan sebagian siswa/i SD Integral Al-Fattah (SDIA). Pada hari Ahad (21/12/25) mereka harus mewakili sekolah pada ajang "Jember Mathematics Science Competention" (JMSC). Lomba tahunan yang diadakan oleh Al-Furqon Jember ini merupan kompetisi tingkat se Jawa - Bali, pada tingkat final kali ini dihadiri oleh 590 finalis, yang sebelumnya diadakan seleksi diikuti oleh 2000 peserta. Kegiatan final kali ini  bertempat di Universitas Muhammadiyah Jember. Delegasi SDIA berjumlah 16 Siswa/i berangkat dari Kota Batu menuju tempat acara dengan dua armada, menariknya lima Ustadz/ah ikut mendampingi guna menjaga stabilitas ibadah, adab, dan belajarnya. Hal ini menjadi perhatian lebih oleh salah satu wali murid dari Banyuwani, saat penulis duduk berdampingan sambil lalu menunggu pengumuman. Saling sapa dan menanyakan tentang sekolah, penulis menjelaskan kalau dar...