By. : Moh. Homaidi*
Baru saja kita ditinggal bulan yang mulia, berupa bulan Ramadhan. Saat bertemu dengan bulan tersebut, banyak kebiasaan baik yang dilakukan, diantaranya banyak tilawah, baca kitab dan buku, senang bersodaqoh.
Tapi pada saat yang sama ketika kita ditinggal, banyak orang yang tidak bertahan. Terkesan lupa dengan amalan yang pernah dilkukan.
Bahkan, sebagian ada yang menyebutkan itu tanda hamba Ramadhan, bukan hamba Tuhan, na'udzubillah.
Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di Ramadhan, tetapi tidak terampuni dosa-dosanya."
Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian. Sebab betapa ruginya golongan tersebut, karena tanda suksesnya orang beramal di bulan Ramadhan, mereka melanjutkan kebaikan yang pernah diamalkan di dalamnya.
Walau tidak semuanya, minimal ada sebagian yang bisa kita dawamkan pasca Ramadhan.
Bagaimana agar kita tetap fokus pada kebaikan :
Pertama, jaga niat. Tidak mudah menjaga niat agar tetap fokus pada capaian utama. Banyaknya aktivitas yang menguras tenaga dan pikiran bisa melemahkan niat.
Tentu orang hidup harus beraktivitas, tapi harus pandai menjaga keseimbangan agar tetap fokus dalam beramal.
Kedua, berdoalah. Aktivitas yang menguras tenaga tentu bisa kita imbangi dengan doa. Mohonlah kepada dzat yang memutarbalikkan hati, agar kita tetap mampu dalam amalan baik.[]
* Aktivis Sosial dan Pendidik
Komentar
Posting Komentar