Langsung ke konten utama

Pahamkan Buah Hati

 


By. : Moh. Homaidi*

Suatu hari si Ahmad mengadu kepada Gurunya, kalau tadi malam di hajar sama bapaknya, sebab membaca catatan pelanggaran yang ada di buku penghubung.

Tanpa berkata-kata bapaknya melayangkan tangan kekarnya ke pipi si Ahmad, seketika anak yang bertubuh mungil itu teriak kesakitan.   

Setelah diusut, saat bapaknya baru pulang kerja, ibunya laporan kalau si Ahmad berulah lagi di sekolah. Dia mengganggu dan mengambil uang temannya. Bapak yang masih cepek karena baru pulang kerja, mendengar aduan tersebut langsung menemui Ahmad, seraya memukul.

Padahal maksud tujuan Guru menulis pelanggaran sebagaiamana tercantum agar ada komunikasi yang sama. Antara sekolah dengan orang tua, mengarahkan dan membimbing. Bukan sebaliknya malah menghajar dan menyakiti.

Walau orang tua mengingatkan dengan cubitan, pukulan, dan diiringi dengan obrolan. Pasti anak itu mengatakan siap berubah, tapi ketika sudah sampai di sekolah hilang peringatan tersebut, dan kembali berulah.

Tapi nyatanya anak itu berulah lagi, bahkan bisa jadi lebih parah. Karena anak ini merasa di laporkan. Memang hal ini ibarat makan buah simalakama, tidak di tulis orang tua tidak tahu, di tulis anak-anak jadi korban amarah.

Pahamkan

Berilah anak pemahaman tentang perilaku terpuji dan yang tidak terpuji. Prilaku terpuji, seperti; izin kalau mau pakai penghapus teman, dan minta tolong jika butuh bantuan.

Sementara prilaku yang tidak terpuji, seperti; menggunakan penghapus teman tanpa izin, dan menghardik teman agar mau meminjamkan pensil.

Sampaikan bahaya anak yang tidak mau izin, senang mengambil milik orang lain dan maunya mengganggu teman, dia akan dijauhi dan dianggap sebagai pencuri. 

Banyak orang tua yang tidak sabar memberikan pemahaman tentang perbuatan yang positif. Terkesan anak diajak masuk ke dunia orang tua.

Padahal sebagai orang dewasa, waktunya kita masuk ke dunia mereka agar bisa diterima nasehat dan bimbingan kita.

Jangan menuntut lebih, jika orang tua belum bisa berbicara yang baik dan sopan kepada anak.

Muhammad bin Sirin Rahimahullah berkat: 

أكرم ولدك وأحسن أدبه 

"Muliakan anakmu dan baguskan adabnya"

Nasehat ini singkat, padat, dan bukan main konsekwensinya. Anak di tempatkan begitu penting, jika orang tua salah membimbing dan mengarhkan, akibatnya fatal.

Bagaimana mungkin kita menuntut anak punya adab dan memuliakan orang tua, sementara dirinya belum mengesankan yang positif kepada mereka.

Jaga dan bimbinglah mereka, agar kelak tampil sebagai penyalamat bagi kedua orang tuanya, maafkan segala khilafnya, karena mereka belum paham dan mengerti tentang kemuliyaan dan adab.[]

*Aktivis Sosial dan Pendidik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panen Medali, Siswa/i SD Integral Al-Fattah Ikuti Final Hidayatullah Festival (Hifest) Se Jawa-Bali

  Kota Batu : SD Integral Al-Fattah (SDIA) kembali panen prestasi pada ajang final Hidayatullah Festival (Hifest) Sabtu, (10/1/2026). Tahun ini 44 Siswa/i SD Integral Al-Fattah lolos mengikuti final Hifest se Jawa-Bali di Surabaya. Adapun lomba yang diikuti bervariatif, mulai bidang Matematika, IPA, IPS, PAI, sampai Bahasa (Inggris dan Arab). Dalam rangka mempermudah pengendalian Siswa/i baik ketika diperjalanan maupun di arena perlombaan, maka kegiatan finalis kali ini didampingi oleh enam Guru. 2 Ustadz, dan 4 Ustadzah. Usaha tidak menghianati hasil, alhamdulillah atas izin Allah Siswa/i SDIA panen 25 medali dari 44 finalis, dengan rincian sebagai berikut : bidang Matematika peraih Perunggu , Mauza Hafidz (Kelas 1), Attarayan (Kelas 1), Alfareezi Farzan (Kelas 2), Aqila Zahra (Kelas 5) dan Emas,  Adillia Sinar (Kelas 4). Pada bidang Bahasa Inggris peraih Perunggu , ananda Gavin Arsenia (Kelas 2), Sandra Qirani (Kelas 3), Arfadhia Farhan (Kelas 4), Nadhif Maulana Tsaqif (Kela...

DPD HIDAYATULLAH KOTA BATU, LAKSANAKAN MUSYAWARAH DAERAH KE IV

  Kota Batu: Hidayatullah Kota Batu melaksanakan Musyawarah Daerah Hidayatullah (Musda) ke IV pada Kamis, (8/01/2026). Kegiatan yang bertempat di Joglo Villa W" bapak Wandoyo, sebagai wali murid SD Integral Al-Fattah, dan jama'ah Hidayatullah plus sponsor pada Musda kali ini. "Demi dakwah dan perjuangan Islam saya persilahkan Villa dan Joglonya untuk ditempati". Tuturnya. Kegiatan Musda ke IV kali ini dihadiri Orpen Mushida, Pemhida dan tokoh masyarakat, hadir juga para kepala unit usaha dibawah naungan DPD Hidayatullah diantaranya, YPI Al-Fattah, Ma'had Hidayatullah Kota Batu (Mahaba) dan MI Alam Luqmanul Hakim (Millah). Hadir pula pada kegiatan ini Anggota Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang diwikili oleh Ustadz Baihaqi Abdullah Wahib, LC dan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Abdullah Ridho A. Adapun tema yang diangkat pada Musda ke IV kali ini adalah "Meneguhkan Jatidiri, Menumbuhkan Kemandirian & Menebar Kebermanfa'atan...

Kokoh Pondasi, Raih Prestasi

KOTA BATU – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra daerah Kota Batu di bidang keagamaan. Aulya Ul Halim, alumni angkatan pertama SD Integral Al-Fattah Kota Batu, sukses menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 Juz dalam kurun waktu tiga tahun. Pencapaian luar biasa ini diraihnya saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Izzah, Kota Batu. Keberhasilan Auly panggilan akrabnya, menghafal seluruh isi Al-Qur'an dalam waktu yang relatif singkat ini menjadi bukti nyata dari dedikasi yang tinggi, disiplin, serta keteguhan hati dalam menjaga interaksi dengan Kitab Suci. Pihak sekolah asal, SD Integral Al-Fattah (SDIA) Kota Batu, menyatakan rasa bangga dan syukur yang mendalam atas capaian alumni perdana mereka. Salah satu Guru Auly menyebutkan, bahwa ketekunan, keuletan, dan sikap pantang menyerah Ananda bukti nyata keberhasilannya. Tegas Ustadz Homaidi. Bahkan Auly bukan hanya prestasi dibidang Tahfizh, dia juga prestasi dalam bidang Akademik. Yaitu rengking 2 dalam satu angka...