Langsung ke konten utama

Bicara Yang Baik, Kesempurnaan Iman

 


By. : Moh. Homaidi*

Tema yang diambail sangat menyentuh lapisan masyarakat mulai bawah sampai tingkat pejabat, dari yang miskin sampai yang kaya. Bicara yang baik, agar terhindar fitnah.

Apakah semua itu ada jaminan mereka mampu bicara baik sesuai tutur kata yang bijak, atau sebaliknya malah merusak kebiasaan yang ada. Penulis berasumsi serta gelisah ketika melihat dan mendengar media masaa yang ada.

Akhir-akhir ini media massa viral, disebabkan perseteruan antara tokoh public figur dengan seorang RT sekaligus pengurus takmir Masjid. Yang dipermasalahkan sebab Sapi kurban, yang punya merasa hanya menitip, sementara kubu RT menganggap akad sudah jelas dan akan di kurbankan di Kampung setempat. 15 menit berlalu, truck yang baru saja menurunkan balik lagi guna mengambil sapi. 

Hal ini membuat penjaga Masjid dan pak RT tercengang, seraya bertanya-tanya kok diambil lagi?, Supir pun turun seraya minta tolong agar dibantu naikkan sapi, dengan mengiming-ngimingi rokok. Pak Rt tidak mau, seraya melarang timnya. Jangankan hanya di kasih rokok, uang 100 atau 200 ribu bahkan 100 jt pun saya tidak mau, karena mengingat sapi yang beratnya 1 ton itu khawatir membahayakan tim saya, gumam pak RT.

Tapi informasi yang diterima oleh pihak public figur ini, bahwa pak RT minta uang 100 jt. Setelah ditelisik informan dari tim Asisten rumah tangganya, yang dengar samar-samar.

Tapi yang menjadi aneh bagaimana publik figur tersebut, menyikapi dengan emosi seraya menuding dan menuduh dengan hal-hal yang kurang baik kepada pihak Masjid dan pak RT. Sehingga publik berasumsi antara pak RT dan public figur tersebut beda pegangan capres 2024. Wajar terjadi kontradektif, isunya.

Muslim Yang Mukmin

Tentu cara bicara yang baik sangat dibutuhkan, karena dengan bicara yang baik bisa menenangkan suasana, dan terhindar fitnah.

Dari pembicaraan yang baik inilah lawan biacara kita menyikapai dengan baik pula. Disinilah kelihatan orang Muslim yang sempurna keimanannya .

Kemampuan tersebut membawa seorang mukmin hanya akan berbicara apabila ia yakin pembicaraannya baik dan diam apabila ada dorongan untuk berkata yang tidak baik (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad). 

Tidak ada jaminan dirinya Islam, tapi kurang mencerminkan keimanannya, mudah menyakiti keluarga, teman, dan tetangga.

Orang mukmin berusaha sekuat tenaga agar tidak ada seorangpun di antara kaum muslimin yang celaka akibat perkataan dan perbuatannya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW : “Seorang muslim adalah yang keselamatan kaum muslimin terjaga dari lisan dan perbuatannya” (HR. Bukhari)

Hati-hatilah dalam berbicara karena apa yang keluar dari lisan menggambarkan isi hatinya. (Ibnu Qoyyim)

Mari jaga lisan kita agar mendapat lezatnya keimanan, yang senantiasa menebar manfa'at dan maslahat.[]

*Aktivis Sosial Dan Pendidik



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panen Medali, Siswa/i SD Integral Al-Fattah Ikuti Final Hidayatullah Festival (Hifest) Se Jawa-Bali

  Kota Batu : SD Integral Al-Fattah (SDIA) kembali panen prestasi pada ajang final Hidayatullah Festival (Hifest) Sabtu, (10/1/2026). Tahun ini 44 Siswa/i SD Integral Al-Fattah lolos mengikuti final Hifest se Jawa-Bali di Surabaya. Adapun lomba yang diikuti bervariatif, mulai bidang Matematika, IPA, IPS, PAI, sampai Bahasa (Inggris dan Arab). Dalam rangka mempermudah pengendalian Siswa/i baik ketika diperjalanan maupun di arena perlombaan, maka kegiatan finalis kali ini didampingi oleh enam Guru. 2 Ustadz, dan 4 Ustadzah. Usaha tidak menghianati hasil, alhamdulillah atas izin Allah Siswa/i SDIA panen 25 medali dari 44 finalis, dengan rincian sebagai berikut : bidang Matematika peraih Perunggu , Mauza Hafidz (Kelas 1), Attarayan (Kelas 1), Alfareezi Farzan (Kelas 2), Aqila Zahra (Kelas 5) dan Emas,  Adillia Sinar (Kelas 4). Pada bidang Bahasa Inggris peraih Perunggu , ananda Gavin Arsenia (Kelas 2), Sandra Qirani (Kelas 3), Arfadhia Farhan (Kelas 4), Nadhif Maulana Tsaqif (Kela...

DPD HIDAYATULLAH KOTA BATU, LAKSANAKAN MUSYAWARAH DAERAH KE IV

  Kota Batu: Hidayatullah Kota Batu melaksanakan Musyawarah Daerah Hidayatullah (Musda) ke IV pada Kamis, (8/01/2026). Kegiatan yang bertempat di Joglo Villa W" bapak Wandoyo, sebagai wali murid SD Integral Al-Fattah, dan jama'ah Hidayatullah plus sponsor pada Musda kali ini. "Demi dakwah dan perjuangan Islam saya persilahkan Villa dan Joglonya untuk ditempati". Tuturnya. Kegiatan Musda ke IV kali ini dihadiri Orpen Mushida, Pemhida dan tokoh masyarakat, hadir juga para kepala unit usaha dibawah naungan DPD Hidayatullah diantaranya, YPI Al-Fattah, Ma'had Hidayatullah Kota Batu (Mahaba) dan MI Alam Luqmanul Hakim (Millah). Hadir pula pada kegiatan ini Anggota Murabbi Wilayah Hidayatullah Jawa Timur yang diwikili oleh Ustadz Baihaqi Abdullah Wahib, LC dan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur Ustadz Abdullah Ridho A. Adapun tema yang diangkat pada Musda ke IV kali ini adalah "Meneguhkan Jatidiri, Menumbuhkan Kemandirian & Menebar Kebermanfa'atan...

SD Integral Al-Fattah; "Suport Penuh".

  Oleh : Moh. Homaidi * Kota Batu, seperti biasa liburan akhir tahun menjadi momen bersenang-senang bersama keluarga, tapi beda dengan sebagian siswa/i SD Integral Al-Fattah (SDIA). Pada hari Ahad (21/12/25) mereka harus mewakili sekolah pada ajang "Jember Mathematics Science Competention" (JMSC). Lomba tahunan yang diadakan oleh Al-Furqon Jember ini merupan kompetisi tingkat se Jawa - Bali, pada tingkat final kali ini dihadiri oleh 590 finalis, yang sebelumnya diadakan seleksi diikuti oleh 2000 peserta. Kegiatan final kali ini  bertempat di Universitas Muhammadiyah Jember. Delegasi SDIA berjumlah 16 Siswa/i berangkat dari Kota Batu menuju tempat acara dengan dua armada, menariknya lima Ustadz/ah ikut mendampingi guna menjaga stabilitas ibadah, adab, dan belajarnya. Hal ini menjadi perhatian lebih oleh salah satu wali murid dari Banyuwani, saat penulis duduk berdampingan sambil lalu menunggu pengumuman. Saling sapa dan menanyakan tentang sekolah, penulis menjelaskan kalau dar...