Langsung ke konten utama

MASIH ADAKAH IMAN DI HATI

 


By. : Moh. Homaidi*

Beberapa pekan terakahir media sosial diramaikan dengan berita yang mendatangkan senang, begitupula sebaliknya mendatangkan kecaman. Yaitu ramainya pemberitaan “Hamas menyerang permuliman Israel”.

Sekilas tulisan tersebut memojokkan Hamas dengan mengundang pesan “kecamlah Hamas yang tidak punya rasa prikemanusiaan dan solidaritas. 

Benar saja, setelah itu datanglah kecaman keras dari Negara Adidaya selaku kubu Israel ialah Amerika.

Jangan terkecoh dengan siaran berita, sebab Hamas adalah pasukan tentara Islam yang senantiasa membela dan mempertahankan kehormatan Al-Quds di Negeri Palestina.

Berbagai sekanario musuh Allah lakukan, mulai penghancuran pasukan Hamas, hingga penyandraan besar-besaran orang dewasa dihujani peluru laras panjang.

Tapi ternyata Allah izinkan, hingga akhirnya beberapa pekan terakhir pasukan Al-Qossam nama akrabnya HAMAS mampu memporak-poranda kawasan permukiman Israel.

Kita bersyukur umat Islam diberikan kesempatan menang, ternyata pertolongan masih ada. 

Jangan takut dan jangan khawatir kuatkan tali persaudaraan antar umat islam. Termasuk kecondongan kita dalam membela umat Islam yang ada di palestina guna terbebas dari penjajahan Zeonis Israel.

Ternyata dengan mencintai dan peduli terhadap saudara seiman sebagai bukti masih adanya rasa keimanan dalam hati.

Hal ini Rasulullah tegaskan dalam haditsnya, yang berarti : “Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri, berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim].

Wujudkan Dukungan

Mari kita tunjukkan kepedulian kita kepada saudara seiman yang ada di Palestina lewat do’a dan bantuan material. Bisa juga berupa kemauan untuk mengashare informasi terkini sebagai bentuk dukungan secara moral kapada saudara.

Jangan menyelisihi apa yang menjadi ketetapan Allah, termasuk kepedulian kita terhadap saudara seiman walau jauh di Negeri sana. Jika kita menyelisihinya maka, maka musuh Allah akan kuat sementara umat Islam akan lemah.

Sebagaimana Allah berfirman yang artinya : " Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." (Al-Anfal: 46)

Kesabaran menjadi kunci kemenangan yang nyata. Para mujahid yang ada di medan pertempuran, sabar berada di bawah kilatan bom dan kilaunya percikan laras panjang.

Sementara saudara seiman yang ada di luar pertempuran, sabar dengan senantiasa berdo’a dan mendonasikan sebagian rezekinya untuk akomodasi pertahanan dan penyerangan para mujahid.

Kepedulian Mendatangkan Keselamatan 

Siapa yang tidak menginginkan keselamatan, semua berharap itu. Hanya saja sedikitnya pengetahuan yang dimiliki sehingga mudah terbawa arus informasi yang kontra produktif. 

Oleh karenanya tumbuhkan semangat membela kehormatan saudara seiman agar datang balasan Allah kelak untuknya, berupa bebas dari jilatan api neraka.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: َّْ

مَن َّرَد َّْعَن َّعِرْض َِّأَخِيْه ََّكَان َُّلَه ًَّحِجَابا ََّمِن َّالنار .

Artinya :“Barangsiapa membela kehormatan saudaranya (sesama Muslim), maka hal itu menjadi penghalang untuknya dari api neraka.” (HR Tirmidzi).

Ganjarannya jelas, pertanyaannya adalah “masih kah kita ragu membela dan peduli terhadap saudara seiman?”. Jawabannya, tentu tidak!.[]

*Aktivis Sosial Dan Pendidik_Kota Batu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SD Integral Al-Fattah; "Suport Penuh".

  Oleh : Moh. Homaidi * Kota Batu, seperti biasa liburan akhir tahun menjadi momen bersenang-senang bersama keluarga, tapi beda dengan sebagian siswa/i SD Integral Al-Fattah (SDIA). Pada hari Ahad (21/12/25) mereka harus mewakili sekolah pada ajang "Jember Mathematics Science Competention" (JMSC). Lomba tahunan yang diadakan oleh Al-Furqon Jember ini merupan kompetisi tingkat se Jawa - Bali, pada tingkat final kali ini dihadiri oleh 590 finalis, yang sebelumnya diadakan seleksi diikuti oleh 2000 peserta. Kegiatan final kali ini  bertempat di Universitas Muhammadiyah Jember. Delegasi SDIA berjumlah 16 Siswa/i berangkat dari Kota Batu menuju tempat acara dengan dua armada, menariknya lima Ustadz/ah ikut mendampingi guna menjaga stabilitas ibadah, adab, dan belajarnya. Hal ini menjadi perhatian lebih oleh salah satu wali murid dari Banyuwani, saat penulis duduk berdampingan sambil lalu menunggu pengumuman. Saling sapa dan menanyakan tentang sekolah, penulis menjelaskan kalau dar...

Mulia Dengan Berbakti Kepada Orang Tua

  Oleh : Moh. Homaidi * Seorang Ustadz yang santun dalam penyampaian nasehat dan senantiasa menyentuh hati. Suatu ketika beliau bercerita kepada jama'ah bahwa dua pekan sebelum ramadhan, ada seorang temannya datang dan bercerita. Bahwa ada salah satu anak buahnya di tingkat pemerintah, ia sebagai pegawai negeri sipil (PNS) tiba-tiba mengajukan resign. Melihat dan mendengar surat pemunduran diri bawahannya si pemimpin kaget dan panik. Lantas si pemimpin bertanya kenapa mau mundur, apakah ada masalah pekerjaan atau gaji kurang? Pegawai yang bersangkutan diam tanpa mengeluarkan suara. Kalau begitu jangan dulu, pekerjaan kamu bagus dan tuntas. Apa yang menjadi dasar kamu mau memundurkan diri? Sanggahnya. Pengajuan surat resign ini bukan hanya sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali, tapi ketika ditanya alasannya kenapa? Jawabanya sama, diam tanpa suara. Di bulan ke enam pemuda yang sederahana dan punya anak yang masih kecil-kecil tersebut kembali mengajukan resign. Sebagai pemimpin, d...

KESERUAN HARI KE-2 RAKER YPI AL-FATTAH KOTA BATU

  Kota Batu- Pada hari Jum'at (11/7/2025) Yayasan Pendidikan Islam Al-Fattah (YPI-A) melanjutkan rapat kerja (raker) hari ke - 2 tahun pelajaran 2025-2026. Pada hari ke 2 ini pemaparan program diawali oleh bagian sumber daya manusia (SDM), dilanjutkan oleh unit-unit lain. Banyak yang menjadi masukan terkait dengan pengambangan SDM., diantaranya peningkatan mutu dan upgrading. Tanya jawab dan saling sanggah pun tidak terelakkan dari peserta, sehingga suasana tersebut menjadi perhatian khusus dari yayasan. Ustadz Abdullah Warsito, S.Hum menyampaikan bahwa SDM menjadi tolok ukur sukses melahirkan anak didik yang unggul. Dan kedepan menjadi perhatian lebih. Disamping itu Ustadz yang menjabat sebagai ketua YPI Al-Fattah tersebut menegaskan rapat kerja tahunan ini akan terus digalakkan sebagai bentuk tanggung jawab pengelola dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluation. Lembaga itu akan jauh dari visi yang dicanangkan manakala kegiatan raker terlupakan dan t...