Oleh : Moh. Homaidi*
Liburan adalah momen berkumpul dengan keluarga, bercengkrama, bersendagurau dan berbagi kebahagiaan.
Ada yang berlibur ke pantai, belanja ke mall, ada pula yang pulang ke kampung halaman. Tiada lain mereka lakukan demi meraih kebahagiaan bersama.
Tapi sungguh sayang, kehadiran fisik bersama keluarga ternyata tidak cukup, banyak tercedrai kebersamaan ini karena kesibukan yang belum berakhir. Pekarjaan kantor di bawa ke pekan liburan, akhirnya semula ingin bahagia yang ada perasaan sumpek dan hati gelisah.
Nampak ketika duduk bersama, bukannya saling berhadap-hadapan, menatap satu sama lain dan saling mendengarkan apa yang menjadi perbincangan. Sebaliknya, yang terjadi fokus dengan handphone masing-masing, secrole youtube, facebook, instagram, parahnya sibuk dengan gamenya.
Wajarlah, jika waktu liburnya kurang berkualitas, yang tersirat dalam benaknya kok liburan ini hanya sebentar ya, perasaan masih kemaren, loh.. sudah mau berakhir aja, gumamnya.
Tumbuhkan Kebahagiaan
Lalu bagaimana agar liburan bermakna dan penuh arti dalam kebersamaan?
Pertama, berkumpullah dengan keluarga, bermain dan lakukan kontak fisik, hingga terasa kehangatannya.
Kedua, letakkan handphone saat berkumpul bersama keluarga, dengar dan tataplah wajah orang yang ngajak bicara.
Tumbuhkan rasa empati, seolah-olah kita hadir dan ikut dalam suka dan dukanya, pasti tumbuh rasa peduli.
Ketiga, tidak boleh rebutan dalam berbiacara. Kecuali ketika kita diminta untuk berbicara, sampaikan secukupnya, tidak boleh berlebihan.
Jadikan orang yang diajak bicara paham dan senang dalam kehangatan, berikan solusi bukan tambah beban, apalagi jadi pikiran lawan biacara.
Keempat, jangan menganggap seoalah dirinya yang berarti dalam keluarga, karena yang demikian membuat diri tinggi hati dan sombong.
Kesombongan membuat jiwa lupa diri, merasa punya kelebihan, sehingga enggan menyapa dan mudah meremehkan yang lain.
Biasakan diri tidak pilah pilih teman, dengan siapa saja bergaul, apalagi bersama keluarga jadikan mereka sagat berarti dalam sanubari.
Kelima, diselah-selah liburannya ajak mereka membaca Al-Qur'an, muraja'ah hafalan, ziyadah dan bacakan tadabburnya. Tentu hal ini cukup sulit, tapi perlu dilatih dan dibiasakan.
Yakinlah liburan ini akan terasa bermakna dan penuh arti, sebuah keberuntungan bagi keluarga yang melakukan kebiasaan baik ini. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tegaskan salam sabdanya, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi).
Al-Hafizh Abu Thahir menilai bahwa hadits ini sahih. Ini menunjukkan pentingnya meluangkan waktu untuk keluarga dan memperlakukan mereka dengan baik.
Maka jadikan momen liburan ini berkualitas dengan menomorsatukan keluarga daripda urusan yang lain, teruslah berusaha memberikan yang terbaik dengan cara menyangi dan menghargai.[]
*Pemerhati Sosial dan Pendidik_Kota Batu

Komentar
Posting Komentar