Batu — Menjadi pendidik profesional bukan hanya tentang penguasaan ilmu akademik. Bagi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Fattah, seorang Ustadz/ah juga dituntut memiliki kompetensi dalam membimbing dan mengajarkan Al-Qur’an, khususnya dalam bidang tahfizh.
Semangat meningkatkan kompetensi tersebut terlihat dalam Pelatihan Sertifikasi Guru Tahfizh Metode Ummi yang digelar di Aula YPI Al-Fattah, Sabtu–Ahad (27–28/09/2026).
Kegiatan selama dua hari ini diikuti oleh 58 peserta dari berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal, seperti TPQ dst. Sebanyak 12 peserta di antaranya merupakan Ustadz/ah SD Integral Al-Fattah (SDIA) Kota Batu.
Meski berlangsung selama dua hari dan di sela-sela kesibukan mengemban amanah pendidikan, antusiasme para peserta tetap terjaga. Mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat hingga kegiatan berakhir.
Bagi YPI Al-Fattah, peningkatan kualitas guru merupakan bagian penting dalam membangun mutu pendidikan. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh kesiapan pendidik dalam memberikan bekal terbaik hingga melahirkan lulusan yang sesuai dengan target pendidikan.
Hal tersebut juga menjadi perhatian SDIA. Dengan menjadikan hafalan 3 juz sebagai salah satu bagian dari profil lulusan, Ustadz/ah dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya agar mampu mendampingi serta menghantarkan ananda mencapai target yang telah ditetapkan.
Pelatihan ini bukan sekadar sertifikasi, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan guru yang kompeten, percaya diri, dan semakin terampil dalam membimbing generasi Qur’ani.
Semoga langkah kecil dalam meningkatkan kompetensi ini menjadi investasi besar bagi kemajuan pendidikan di YPI Al-Fattah, khususnya dalam menghantarkan Ustadz/ah SDIA menjadi guru yang hebat, andal, dan mampu melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an. []/Humed*
*Dewan Pers Al-Fattah


Komentar
Posting Komentar