By. : Moh. Homaidi*
Saat itu kendaraan perjuanganku mogok, setelah di cek ternyata aki mobilnya kurang tenaga.
Bahkan aku berucap, waduh mobil ini SKTA, lalu ponaan bertanya apa itu? Semangat kuda tenaga ayam, aku jawab. Mendengar jawaban tersebut, ponaan tertawa terjungkal-jungkal.
Lalu ponaan meminta aku agar membawa akinya ke tempat setrum, agar kembali pulih punya bertenaga kuda, sanggahnya.
Aku bawa ke tempat yang di maksud, ternyata tutup, terus jalan lurus. Melihat cuaca kurang bersahabat, hujan mulai rintik, hingga deras.
Akhirnya aku sama ponaan mampir ke salah satu warung yang ada di pinggir jalan tersebut. Pikirnya hanya ngopi, sambil menunggu hujan reda.
Ternyata disitu, tersedia makanan mulai ringan sampai berat. Makanan cepat saji, dan agak lama pun disiapkan.
Melihat suasana masih agak deras, merambatlah pesanan, awalnya hanya ngopi, tambahlah pesanan me goreng instan, ditanya sama pedagangnya "tambah telur?" iya, aku jawab.
Belum selesai sampai di situ, tanyak lagi, "tambah nasi?" iya, aku jawabnya.
Sambil lalu aku berfikir, kenapa kok aku mau berlama-lama di warung ini?, di samping menunggu hujan reda, masak sampai lumayan tambahan.
Aku pun mencoba berfikir keras pasti ada sesuatu yang Allah sembunyikan. Aku selalu berusaha berhusnudzan seraya menata kesabaran, dan menenangkan diri.
Aku melihat di sekeliling warung, banar saja ternyata sesuai dugaan. Di sana terpampang tulisan yang menyulut semangat "Ngopimu jangan lupa belajar, dan Belajarmu jangan lupa ngopi".
Inilah kenapa Allah mengirimkan aku ke tempat ini, warung yang sederhana ternyata menyimpan inspirasi.
Ngopi yang Inspiratif
Siapa yang tidak suka ngopi? Tentu jawabannya sama, nyaris semua suka ngopi, kecuali yang mengalami gangguan pencernaan.
Diberbagai lokasi, tempat ngopi terhias rapi, parkiran luas, teriringi musik yang hampir menina bobokkan penikmatnya.
Pada saat ngopi inilah, jangankan belajar, tidur pun ogah, meningan milih ngobrol, musikan, dan melihat tontonan.
Karena diantara sasaran tempat ngopi itu, rata-rata para Pelajar, dan Mahasiswa. Pertanyaannya mau jadi apa mereka nanti, jika selama menempuh pendidikan, warung kopi dijadikan tempat mengadu, bukan lagi perpustakaan.
Pesan ala warung kopi yang sempat aku datangi penting untuk di cerna lebih jauh.
Tidak ada larangan ngopi, yang ada lalai sampai ogah belajar, baca buku, dan ibadah.
Karena ngopi bagi sebagian penikmatnya adalah penopang pekerjaan. Atau bahasa sederhananya menambah semangat dalam berkarya.
Bahkan ponaan sendiri mengaku, kalau tidak ngopi kepalanya pusing. Maka ngopi seakan menjadi menu wajib dalam kesehariannya.
Tapi jangan melupakan untuk selalu belajar. Jika kita semangat belajar tinggi tetap selalu merefres pikiran dan hati, supaya tidak jenuh. Diantra merefresnya dengan ngopi.
Semangat selalu dalam menemukan inspirasi, agar hidup ini lebih bermakna dan penuh guna.[]
*Aktivis Sosial dan Pendidik
Komentar
Posting Komentar