Langsung ke konten utama

Postingan

Dahsyatnya Menahan Diri

  By. : Moh. Homaidi* Suatu ketika Nabi mengalami perlakuan yang kurang mengenakkan dari seorang Badui.  Tatkala Nabi bersama Anas bin Malik berada di persimpangan jalan. Tiba-tiba ada seorang Badui mendatangi dan menyapa sambil memegang salendang yang sedang di pakainya.  Disinyalir salendang yang beliau pakai saat itu terlilit di lehernya, langsung di tarik seraya mengucapkan "Muhammad,/berikan kepadaku harta Allah yang ada padamu,"  Kejadian ini memberi luka dan berbekas.  Kata Anas bin Malik "Aku melihat leher Rasulullah, tepi selendang yang kasar membekas di lehernya karena tarikan yang keras." Melihat dan mendengar apa yang terjadi, Anas bin Malik tidak terima atas apa yang menimpa beliau. Ingin rasanya menarik pedang dari sarungnya, seraya menebas leher seorang Badui yang memperlakukan Nabi seenaknya sendiri. Tapi Nabi Muhammad menoleh ke Anas bin Malik, seraya mengumbar senyum "tahan Anas, dia melakukan itu karena belum tahu dan tidak mengerti tentang k...

Hati Yang Dirindu Ilahi

  By. : Moh. Homaidi* Sering kita rasakan rasa malas berbuat kebaikan baik untuk diri sendiri atau pun untuk orang lain. Pertama, untuk diri senderi, saat adzan subuh di kumandangkan. Jika hati tidak bergerak, hanya nafsu yang dikedepankan maka rasa enggan sholat berjamaah akan tumbuh. Nanti aja, sholat sendiri di rumah, pikirannya mulai mencari-cari alasan dan pembenaran, yang capek lah, seharian bekerja dan seterusnya. Sebaliknya jika dia mengedepankan hati, dia akan menimbang akan keburukan dan kemaslahatannya dalam beribadah, baik mahdhah atau ghairu mahdhal. Kedua, bagi orang lain, seperti malas membantu. Sebab yang dikedepankan nafsu, "bekerja apa, dapat apa?". Kemaren dia juga tidak bantu aku saat ada kerja bakti dekat rumah. Padahal jika diukur dengan hati, kita makhluk sosial suatu saat akan butuh bantuan orang lain. Dan bisa jadi saat dia tidak bantu, masih dalam keadaan sakit atau ada keperluan yang tidak bisa diwakilkan oleh orang lain. Jika hati diutamakan dalan ...

Ustadz/ah SD Integral Al-Fattah Hadiri Silaturrahim Syawal 1444 H.

  Kota Batu - Yayasan Pendidikan Islam Al-Fattah selenggarakan silaturrahim syawal 1444 H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum'at, (5/5).  Semua sumber daya manusia (SDM) yang ada dibawahnya ikut serta, tidak lupa juga Ustadz/ah SD Integral Al-Fattah Fullday  School turut hadir, guna melepas kangen dan halal bihalal (saling memaafkan). Ini adalah momen silaturrahim setelah liburan Idul Fitri selama kurang lebih setengah bulan. Saling sapa, salam, senyum dan tidak lupa bersalaman. Besar harapan kegiatan ini, menumbuhkan kebersamaan dan saling memahami antara satu dengan yang lain, sehingga kedepan melahirkan kerja tim yang solid. Turut hadir sekaligus sebagai pameteri silaturrahim syawal kali ini, beliau adalah ketua YPI Al-Fattah KH. Abdullah Warsito, S.Hum. Dan tema yang diangkat pada kegiatan kali ini "Menjaga Semangat Ibadah Pasca Ramadhan". Kenapa tema ini diangkat, karena memang tidak mudah menjaga kebaikan tersebut. Jangankan meningkatkan kualitas Ibadah, mengis...

Jadikan Setiap Aktivitas Bernilai Ibadah

  By. : Moh. Homaidi* Setiap orang pasti melakukan aktivitas, baik ringan atau berat. Waktu pagi, siang, dan malam, bahkan ada yang lembur. Tapi apakah aktivitas itu bernilai ibadah di sisi Allah SWT? Dan nayris tidak ada bedanya, siapa yang sekolah ataupun yang tidak. Karena ada contoh kasus, seorang Profesor duduk bersama seseorang yang terkena kasus, satu meja makan, bincang-bincang, dan berlama-lama. Tapi saat ditanyak oleh petugas, untuk dijadikan saksi, jawabnya; aku tidak kenal. Hal ini sempat menjadi kegelisahan bagi para pemegang pendidikan, sehingga menghasilkan goyonan, " jika uang di depan mata, akal sehat akan hilang". Sebenarnya bukan masalah uangnya, tapi sejauh mana menjaga hati dan pikirannya dari perkara subhat. Ibadah Agar aktivitas harian bernilai ibadah di sisi Allah, maka yang harus dilakukan : Pertama , niat yang tulus. Ini yang membedakan dengan kebanyakan orang. Untuk apa dia bekerja dan hasilnya digunakan apa?. Kedua , mulai dengan basmalah dan akhir...

Temukan Inspirasi Hidup!

  By. :  Moh. Homaidi* Saat itu kendaraan perjuanganku mogok, setelah di cek ternyata aki mobilnya kurang tenaga. Bahkan aku berucap, waduh mobil ini SKTA, lalu ponaan bertanya apa itu? Semangat kuda tenaga ayam, aku jawab. Mendengar jawaban tersebut, ponaan tertawa terjungkal-jungkal. Lalu ponaan meminta aku agar membawa akinya ke tempat setrum, agar kembali pulih punya bertenaga kuda, sanggahnya. Aku bawa ke tempat yang di maksud, ternyata tutup, terus jalan lurus. Melihat cuaca kurang bersahabat, hujan mulai rintik, hingga deras.  Akhirnya aku sama ponaan mampir ke salah satu warung yang ada di pinggir jalan tersebut. Pikirnya hanya ngopi, sambil menunggu hujan reda. Ternyata disitu, tersedia makanan mulai ringan sampai berat. Makanan cepat saji, dan agak lama pun disiapkan.  Melihat suasana masih agak deras, merambatlah pesanan, awalnya hanya ngopi, tambahlah pesanan me goreng instan, ditanya sama pedagangnya "tambah telur?" iya, aku jawab. Belum selesai sampai d...

Seni Mengelola Musibah

  By. : Moh. Homaidi* Perjalanan mudik, selepas hari raya sudah mulai berakhir. Sebagian besar mereka sudah kembali ke rumah tempat tinggal. Tentu banyak cerita yang di dapatkan mulai dari keberangkatan, sampai kembali pulang. Tidak sedikit yang mendapatkan musibah, mulai yang ringan sampai yang berat. Merambatnya hiruk pikuk saat di perjalanan tidak bisa terhindar, baik berupa kemacetan, panas, capek dan sampai kecelakaan. Di berbagai stasiun TV informasi kepadatan arus mudik cukup ramai, dan pemberitaan tersebut akhir-akhir ini berangsur pulih. Siapa yang menginginkan musibah? Bisa dipastikan nyaris semua orang tidak mau mendapatkan itu! Berbagai cara, dan upaya menghindar dilakukan, nyatanya musibah tetap juga mendekat. Karena setiap orang tidak akan lepas dengan perkara musibah. Hal ini Allah terangkan dalam Firman-Nya : "Apakah seseorang mengira ditinggal dengan mengatakan saya beriman, sementara dia tidak diuji ?" Ayat ini menjelaskan bahwa setiap orang pasti mengalami ...

Sulitnya Bertahan Dalam Kebaikan

  By. : Moh. Homaidi* Baru saja kita ditinggal bulan yang mulia, berupa bulan Ramadhan. Saat bertemu dengan bulan tersebut, banyak kebiasaan baik yang dilakukan, diantaranya banyak tilawah, baca kitab dan buku, senang bersodaqoh. Tapi pada saat yang sama ketika kita ditinggal, banyak orang yang tidak bertahan. Terkesan lupa dengan amalan yang  pernah dilkukan. Bahkan, sebagian ada yang menyebutkan itu tanda hamba Ramadhan, bukan hamba Tuhan, na'udzubillah . Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, “Kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di Ramadhan, tetapi tidak terampuni dosa-dosanya." Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian. Sebab betapa ruginya golongan tersebut, karena tanda suksesnya orang beramal di bulan Ramadhan, mereka melanjutkan kebaikan yang pernah diamalkan di dalamnya. Walau tidak semuanya, minimal ada sebagian yang bisa kita dawamkan pasca Ramadhan. Bagaimana agar kita tetap fokus pada kebaikan : Pertama , jaga niat. Tidak mudah m...