By. : Moh. Homaidi* Suatu hari si Ahmad mengadu kepada Gurunya, kalau tadi malam di hajar sama bapaknya, sebab membaca catatan pelanggaran yang ada di buku penghubung. Tanpa berkata-kata bapaknya melayangkan tangan kekarnya ke pipi si Ahmad, seketika anak yang bertubuh mungil itu teriak kesakitan. Setelah diusut, saat bapaknya baru pulang kerja, ibunya laporan kalau si Ahmad berulah lagi di sekolah. Dia mengganggu dan mengambil uang temannya. Bapak yang masih cepek karena baru pulang kerja, mendengar aduan tersebut langsung menemui Ahmad, seraya memukul. Padahal maksud tujuan Guru menulis pelanggaran sebagaiamana tercantum agar ada komunikasi yang sama. Antara sekolah dengan orang tua, mengarahkan dan membimbing. Bukan sebaliknya malah menghajar dan menyakiti. Walau orang tua mengingatkan dengan cubitan, pukulan, dan diiringi dengan obrolan. Pasti anak itu mengatakan siap berubah, tapi ketika sudah sampai di sekolah hilang peringatan tersebut, dan kembali berulah. Ta...